“Pembangunan Ekonomi yang Ditunjang Industrialisasi Butuh SDM Terampil”

Komentar Dinonaktifkan pada “Pembangunan Ekonomi yang Ditunjang Industrialisasi Butuh SDM Terampil”

_DSC0454

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana yang didampingi olehDeputy Country Director Indonesia Resident Mission, Edimon Ginting; Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas, R.M Dewo Broto Joko P; serta Kepala Biro Humas  dan TU Bappenas, Thohir Affandi, mengunjungi Politeknik Negeri Bandung (Polban) pada Kamis (13/06). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau implementasi dari Program Polytechnic Education Development Project (PEDP).

PEDP adalah program yang didesain  Pemerintah Indonesia dan Asia Development Bank (ADB) untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil guna mendukung pelaksanaan MP3EI. Dengan program ini, pemerintah akan memperluas dan memperkuat sistem politeknik di Indonesia sebagai strategi kunci guna meningkatkan keahlian tenaga kerja untuk menyediakan pengetahuan secara intensif dan teknologi pendorong industri.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Menteri menegesakan bahwa pembangunan ekonomi khususnya yang ditunjang oleh industrialisasi dalam arti luas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) terampil dalam berbagai bidang.  “Saya Percaya pendidikan di Politeknik Bandung ini bisa memberikan kontribusi dalam pengembangan SDM di Indonesia,” katanya.

Melalui kunjungan ini, lanjut Ibu Menteri Armida, pemerintah ingin memastikan realisasi serta kemajuan program PDEP di Polban berjalan lancar dan tak dihadapkan dengan kendala yang berarti.

Pendanaan program PDEP berasal dari dua sumber, yaitu dari loan ADB sebesar 75,000,000 USD dan APBN Pemerintah Indonesia sebesar 16,700,000 USD. Dengan demikian total dana untuk program PDEP adalah 91,700,000 USD. Adapun dana program PDEP yang akan dianggarkan untuk Polban sebesar Rp. 25,992,400,000.

Program PEDP di Polban difokuskan untuk beberapa hal, yaitu: 1) meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan politeknik; 2) meningkatkan akses dan kesetaraan ke instutusi politeknik; 3) meningkatkan keterlibatan pihak swasta dalam meingkatkan daya saing lulusan politeknik; dan 4) menguatkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan politeknik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Politeknik Negeri Bandung, Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D, memaparkan profil politeknik yang berdiri pada tahun 1982 ini. Sampai dengan tahun ini, Polban telah memiliki 37 program studi (prodi) yang terdiri dari 18 prodi Diploma 3, 18 prodi Diploma 4 atau sarjana terapan, dan 1 prodi Magister Terapan. Sementara itu,  jumlah mahasiswa Polban sampai dengan tahun 2014 tercatat sebanyak 5026 orang. Sedangkan jumlah dosen tercatat sebanyak 467 orang dimana 40 orang telah bergelar doktor dan sisanya adalah master.

“Jika dilihat dari jumlah prodi yang tersedia serta mahasiswa dan dosen yang banyak, Polban merupakan politeknik terbesar di Indonesia,” ungkap Ir. Mei Sutrisno, Ph.D.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang besar, tutur Ir. Mei Sutrisno, Ph.D, Polban membekali mahasiswa dengan 50 persen kemampuan teori dan 50 persen kemampuan praktek. “Tak hanya itu, dalam kurikulum pendidikannya, Polban mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki knowlegdeskill, dan attitude,” tambahnya.

PDEP, Dengan adanya programPDEP, Dengan adanya programDengan adanya program PDEP, Sutrisno, Ir. MeiSutrisno, Ir. MeiIr. Mei Sutrisno, (*), Ph.D optimis Polban mampu menyediakan SDM handal dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.(*), Ph.D optimis Polban mampu menyediakan SDM handal dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.Ph.D optimis Polban mampu menyediakan SDM handal dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam ­negeri. (*)