Bappeda Update Kembali RTH

Komentar Dinonaktifkan pada Bappeda Update Kembali RTH

Brt_14_04_2016Parepare – 14/04/2016. Sejalan dengan Perda Kota Parepare Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, dan perkembangan pemanfaatan ruang di Kota Parepare, updating Ruang Terbuka Hijau perlu dilakukan kembali. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penambahan, sebaran dan luasan RTH yang ada, seiring dengan perkembangan Kota Parepare.

Mencermati data RTH Tahun 2013 cakupan RTH sebesar 17,74% dari seluruh luas wilayah Kota Parepare, meliputi taman kota seluas 20 Ha, Hutan Kota 621,69 Ha, Lapangan Olahraga 7,09 Ha, Pemakaman 12,2 Ha, jalur hijau 1,27 Ha dan RTH fungsi tertentu sebesar 1.100 Ha.

Memperhatikan pemanfaatan RTH sebagaimana tersebut, regulasi yang ada memberikan arahan proporsi sebesar 30%, yang terdiri dari RTH publik sebesar 20% dan RTH Privat sebesar 10%. Oleh karena itu, Bappeda memandang perlu untuk dilakukan pendataan kembali peruntukkan pemanfaatan ruang, khususnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Hasil pendataan ulang yang dilakukan Rabu kemarin (13/04/2016), saat dilaksanakan rapat koordinasi pendataan Ruang Terbuka Hijau, diperoleh informasi adanya pemanfaatan ruang terbuka hijau yang belum terdata sebelumnya, lebih khusus RTH privat yang dikuasai instansi/lembaga dan perseorangan, seperti lapangan upacara/olahraga, taman lingkungan/perumahan, taman kelurahan, tanah kebun dengan tanaman keras.

“Informasi yang akurat tentang pemanfaatan ruang dan luasannya, perlu disampaikan kepada Bappeda selaku Koordinator RTH Kota Parepare, ini dimaksudkan untuk mengetahui secara rinci RTH yang ada dan kesesuaian dengan regulasi RTH” ujar Sekretaris Bappeda, Umar, S.Pd, M.Pd dalam sambutan pembukaannya. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan perlu ditingkatkan, guna memaksimalkan arahan penggunaan ruang/lahan RTH. Maksimalnya RTH akan memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat, akan menjaga keseimbangan mikroklimat, ekologi dan hidrologi, ketersediaan udara yang bersih, meningkatkan estetika ruang/wilayah.

Upaya pengembangan RTH perlu mencermati karakteristik iklim dan tanah, hal ini diperlukan untuk mengetahui jenis vegetasi yang cocok dengan karakteristik tersebut, agar vegetasi yang ditanam dapat bertahan hidup. Penegasan kembali regulasi atas pengalokasian pemanfaatan ruang di lingkungan perumahan yang dilakukan oleh pengembang, pengendalian pemanfaatan ruang untuk peruntukkan non RTH perlu diawasi dengan baik, sesuai arahan perda RTH jika proporsi RTH sebesar 30% itu ingin dicapai. (/EW)