Progres RS dr Hasri Ainun Habibie Lampaui Target, Parepare Wujudkan Program Strategis Gubernur

Komentar Dinonaktifkan pada Progres RS dr Hasri Ainun Habibie Lampaui Target, Parepare Wujudkan Program Strategis Gubernur

PAREPARE — Progres pekerjaan fisik pembangunan Rumah Sakit (RS) dr Hasri Ainun Habibie di Parepare sudah 80,22 persen per 20 November 2019.

Ini sudah melampaui target schedule yang seharusnya baru 70 persen. Lompatan kemajuan ini diapresiasi Pemprov Sulsel.

Plt Kepala Bappeda Provinsi Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin memuji keseriusan Pemkot Parepare menggenjot pembangunan RS dr Hasri Ainun Habibie (HAH) hingga progresnya melampaui target.

“Sudah luar biasa progres pembangunan Rumah Sakit dr Hasri Ainun Habibie ini. Pastinya akan menjadi perhatian Pemprov Sulsel, karena menjadi salah satu program strategis Bapak Gubernur menghadirkan rumah sakit regional di luar Makassar,” ungkap Prof Rudy Djamaluddin dalam Forum Grup Discussion tentang sinergitas antara program kegiatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Auditorium BJ Habibie, Komplek Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu malam, 23 November 2019.

Prof Rudy Djamaluddin yang juga Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel mengemukakan, Pemprov Sulsel siap menggelontorkan anggaran senilai Rp500 miliar pada 2020, ke daerah-daerah untuk menciptakan sinergitas program provinsi dan kabupaten kota.

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe dalam presentasi di hadapan Tim Pemprov Sulsel menekankan, bantuan dari Pemprov senilai Rp75 miliar sebagai tahap awal untuk kelanjutan pembangunan RS dr HAH sudah dimanfaatkan dengan baik.

“RS dr Hasri Ainun Habibie direncanakan beroperasi pada 2020. Satu kelebihannya, adalah Pemkot Parepare kerja sama Kaikoukai Medical Foundation menghadirkan sistem hemodialisa atau alat cuci darah terbaik di Indonesia,” beber Wali Kota Taufan Pawe.

Taufan mengemukakan, karena program strategis Gubernur Sulsel menghadirkan rumah sakit regional di luar Kota Makassar, maka proses pembangunan RS Regional dr HAH melalui sumber pembiayaan dari bantuan keuangan Provinsi Sulsel, perlu mendapat perhatian untuk optimalisasi operasional.

Bantuan dukungan tambahan itu dalam bentuk alokasi pembangunan lanjutan RS, meubelair, dan pengadaan Alkes senilai Rp165 miliar.

Taufan merincikan kebutuhan anggaran untuk kelanjutan pembangunan itu yakni dua tower RS dr HAH senilai Rp140 miliar.

Itu terdiri dari pekerjaan struktur dan ME senilai Rp110 miliar, pengadaan Alkes Rp28 miliar, dan pengadaan meubelair Rp5 miliar.

Sementara kelengkapan dan kesempurnaan alat kesehatan gedung utama RS dr HAH dibutuhkan anggaran senilai Rp25 miliar.

“Untuk sinergitas program dan kegiatan dialokasikan dari APBD 2020, biaya penunjang (perencanaan dan pengawasan) ditambah pekerjaan RTH senilai Rp10 miliar,” ungkap Taufan.